RSS

TEORI PEMBANGUNAN (2)

A.  Teori Historis (W.W. Rostow)
Prinsip Teori
Teori historis Rostow menggunakan pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses perkembangan ekonomi yang mana membedakannya menjadi 5 tahap, sebagai berikut:
a)  Masyarakat Tradisional
Rostow mengartikan masyarakat tradisional sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika. Sumber utama pendapatan negara dan bangsawan pada tahap ini biasanya berasal dari pertanian.
b)  Pra-Syarat Tinggal Landas
Tahap ini merupakan masa transisi dimana prasyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Prasyarat tinggal landas didorong oleh 4 hal, yakni Renaissance, Kerajaan Baru, Dunia Baru, dan Reformasi.
c)  Tinggal Landas
Tahap ini merupakan titik yang menentukan dalam kehidupan masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normalnya. Rostow mendefinisikan tinggal landas sebagai revolusi industri yang bertalian secara langsung dengan perubahan radikal di dalam metode produksi yang dalam jangka waktu relatif singkat akan menimbulkan konsekuensi yang menentukan. Syarat untuk tinggal landas ini, antara lain:
                 1.     Kenaikan laju investasi produktif.
                 2.     Perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi yang mana perkembangan sektor-sektor utama tersebut tergantung pada kenaikan permintaan efektif terhadap produk sektor-sektor tersebut, ada pengenalan fungsi produksi baru dan perluasan kapasitas di dalam sektor-sektor tersebut, ada keuntungan investasi dan modal lebih dulu yang memadai, serta harus mendorong perluasan output di sektor lain melalui transformasi teknik.
                 3.     Hadirnya kerangka politik, sosial, dan organisasi secara cepat untuk menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan.
d)  Dewasa
Tahap ini merupakan tahap pertumbuhan swadaya jangka panjang yang merentang melebihi masa empat dasawarsa yakni ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan teknologi modern terhadap sumber daya mereka. Hal ini ditandai dengan:
                 1.     Berubahnya sifat tenaga kerja, yakni tenaga kerja menjadi tenaga kerja terdidik, preferensi tinggal di kota dibanding di desa, meningkatnya upah nyata, serta pengorganisasian tenaga kerja untuk mendapatkan jaminan ekonomi dan sosial yang lebih besar.
                 2.     Berubahnya watak pengusaha dimana para pekerja kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus dan sopan.
                 3.     Masyarakat bosan pada keajaiban industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan yang lebih jauh.
e)  Masa Konsumsi Massal
Tahap ini merupakan tahap dimana keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, produksi ke konsumsi, dan kesejahteraan dalam arti luas.

Kelemahan Teori
Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori Rostow ini, antara lain:
a)  Masyarakat Tradisional Tidak Perlu Bagi Perkembangan
Pertumbuhan suatu negara tidak harus melalui tahap ini karena ada beberapa negara/bangsa yang dilahirkan tanpa sebagai masyarakat tradisional.
b)  Pra-Kondisi Tidak Mendahului Tinggal Landas
Pra-kondisi tidaklah harus mendahului tahap tinggal landas karena tidak ada alasan revolusi pertanian atau pembentukan modal sosial overhead misalnya harus terjadi sebelum tinggal landas.
c)  Tumpang Tindih Tahapan
Tumpang tindih tahapan ini tampak dari perkembangan pertanian akan tetap berlangsung terus meski dalam tahap tinggal landas.
d)  Jadwal Tinggal Landas Meragukan
Tahun-tahun tinggal landas negara-negara berbeda-beda sehingga cenderung meragukan. Hal ini dikarenakan Rostow tidak melakukan penelitian yang lebih mendalam untuk menentukan kebenaran jadwal tinggal landas.
e)  Tidak Memperhitungkan Kegagalan
Analisa tinggal landas ini mengabaikan pengaruh warisan sejarah, proses pertumbuhan ekonomi modern suatu bangsa, kadar keterbelakangan, dan faktor-faktor relevan lainnya.
f)    Tahap Pendorong Menuju Kedewasaan Menyesatkan dan Membingungkan
Rostow tidak memberikan analisa dan pembuktian mendasar terkait penyebutan suatu tahap pertumbuhan sebagai swadaya atau tidak.
g)  Tidak Kronologisnya Tahap Konsumsi Massal
Era konsumsi massal didefinisikan sedemikian rupa sehingga negara tertentu telah memasuki tahap ini meskipun belum mencapai tahap dewasa.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori historis Rostow yang masih terus digunakan hingga kini, adalah:
o  Konsep Tinggal Landas
Teori historis Rostow ini umumnya menekankan pada proses perubahan dari suatu keadaan masyarakat yang mana berkaitan dengan perkembangan ekonomi. Salah satu negara yang menerapkan ini adalah Indonesia yang mana beberapa tahun lalu mendengung-dengungkan “Indonesia Menyongsong Era Tinggal Landas”.

B. Teori Modern (Joseph Schumpeter)
Prinsip Teori
Prinsip teori pembangunan yang dikemukakan oleh Schumpeter mencakup:
a)  Makna Pembangunan Ekonomi
Menurut Schumpeter, pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada saluran-saluran arus sirkuler yang mana hal ini tidak dipaksakan dari luar tetapi timbul atas inisiatif sendiri (inovasi) dan muncul dalam kehidupan perdagangan dan industri. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh laba dengan dibiayai oleh perluasan kredit bank dan pada akhirnya akan menimbulkan proses siklis.
b)  Inovasi dan Peranan Inovator
Inovator disini adalah peranan para pengusaha yang mana melakukan inovasi dengan didorong oleh faktor keinginan untuk mendirikan kerajaan bisnis swasta, keinginan untuk menguasai dan membuktikan superioritasnya, dan kesenangan membuat serta mendapatkan sesuatu. Inovasi ini terdiri dari pengenalan barang baru, pengenalan metode produksi baru, pembukaan pasar baru, penguasaan sumber penawaran baru baik bahan mentah maupun barang semi manufaktur, dan pembentukan organisasi baru pada setiap industri.
c)  Proses Berakhirnya Kapitalis
Schumpeter memberikan gambaran berakhirnya kapitalisme akibat adanya 3 tekanan, yakni kemerosotan fungsi kewiraswastaan, kehancuran keluarga borjuis, dan kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis akibat munculnya para pengusaha yang bersifat sebagai inovator.

Kelemahan Teori
Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori Schumpeter ini, antara lain:
o  Inovator Sebagai Pribadi yang Ideal
Saat ini tidak diperlukan inovator semata-mata karena berbagai bentuk inovasi merupakan bagian dari fungsi perusahaan modal bersama dan merupakan kebiasaan sehari-hari perusahaan industri.
o  Pembangunan Ekonomi Adalah Akibat Dari Proses Siklis
Pasang naik dan pasang surut seperti yang dikemukakan oleh Schumpeter tidak penting bagi pembangunan ekonomi karena pembangunan ekonomi tersebut berkaitan dengan perubahan yang berkesinambungan.
o  Perubahan Siklis Akibat Dari Inovasi
Kenyataannya, fluktuasi siklis bisa terjadi karena faktor-faktor psikologis, natural, dan finansial.
o  Inovasi Sebagai Sebab Utama Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada inovasi tetapi juga pada banyak perubahan ekonomi dan sosial lainnya.
o  Terlalu Menekankan Pentingnya Kredit Bank
Pentingnya kredit bank tidak akan berlaku untuk jangka panjang ketika kebutuhan dana modal semakin besar sehingga perlu usaha lain seperti penerbitan saham dan surat utang baru di pasar modal.
o  Proses Peralihan Dari Kapitalisme Ke Sosialisme Tidak Benar
Schumpeter tidak menganalisa bagaimana masyarakat kapitalis berubah menjadi sosialis, hanya sekedar menyatakan bahwa kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis akan berubah dengan adanya perubahan pada fungsi-fungsi pengusaha.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori Schumpeter yang masih terus digunakan hingga kini, adalah:
o  Inovasi Ekonomi
Schumpeter menekankan pentingnya inovasi dalam pembangunan ekonomi. Hal ini diterapkan hingga saat ini dimana inovasi memang dapat meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif suatu produk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar