RSS

TEORI PEMBANGUNAN (3)

E.Teori KlasikThomas Robert Malthus
a)  Prinsip Teori
o  Konsep Pembangunan
Proses pembangunan menurut Malthus adalah suatu proses naik-turunnya aktivitas ekonomi lebih dari sekedar lancar-tidaknya aktivitas ekonomi. Proses pembangunan ekonomi tersebut tidak terjadi dengan sendirinya tetapi memerlukan berbagai usaha yang konsisten di pihak rakyat.
o  Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi
Menurut Malthus, pertumbuhan penduduk merupakan akibat dari proses pembangunan yang mana tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya peningkatan kesejahteraan yang sebanding. Hal ini dikarenakan apabila tingkat akumulasi modal meningkat, maka permintaan atas tenaga kerja juga akan meningkat yang mana selanjutnya akan mendorong pertumbuhan penduduk. Namun, pertumbuhan penduduk akan mampu meningkatkan kesejahteraan apabila permintaan efektif meningkat.
o  Peranan Produksi dan Distribusi
Malthus menganggap bahwa produksi dan distribusi sebagai dua unsur utama kesejahteraan yang mana apabila diproporsikan secara benar akan mampu meningkatkan kesejahteraan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Malthus lebih menekankan pada produksi maksimum dan alokasi optimum sumber-sumber guna meningkatkan kesejahteraan negara dalam jangka pendek.
o  Faktor-Faktor Pembangunan Ekonomi
Faktor-faktor pembangunan ekonomi dalam teori Malthus terdiri dari 4, yakni tanah, tenaga kerja, modal, dan organisasi yang mana apabila diproporsikan secara benar akan mampu memaksimalkan produksi sektor pertanian dan sektor industri. Adapun penyebab utama peningkatan produksi pertanian dan industri adalah akumulasi modal, kesuburan tanah, dan kemajuan teknologi. Selain itu, ada pula faktor non ekonomi yang mempengaruhi pembangunan ekonomi, yakni keamanan atas kekayaan, konstitusi dan hukum yang baik dan dilaksanakan sebagaimana mestinya, kerja keras dan kebiasaan teratur, serta sifat jujur pada umumnya.
o  Proses Akumulasi Modal
Malthus mengungkapkan bahwa peningkatan kesejahteraan yang mantap dan berkesinambungan tidak mungkin tercapai tanpa adanya penambahan modal secara terus menerus yang mana sumber akumulasi modal tersebut adalah laba, yakni tabungan yang disisihkan dari keuntungan yang meningkat, bukan karena pengurangan pengeluaran pada barang-barang mewah. Hal ini dikarenakan, tabungan yang didorong secara berlebihan dengan pengurangan pengeluaran akan merusak motif ke arah produksi sehingga pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban.
o  Kekurangan Permintaan Efektif
Malthus beranggapan bahwa di dalam pasar, komoditi dalam jumlah besar akan ditukarkan secara langsung dengan tenaga kerja daripada dengan komoditi. Hal ini akan menyebabkan kelebihan penawaran komoditi di pasar dibandingkan dengan permintaannya sehingga akan terjadi over produksi dan melimpahnya komoditi di pasar akibat rendahnya permintaan efektif (rendahnya konsumsi) yang mana selanjutnya akan berdampak pada turunnya harga, laba, investasi, dan akumulasi modal.
o  Stagnasi Ekonomi
Stagnasi ekonomi menurut Malthus akan terjadi ketika persediaan melimpah dan konsumsi rendah yang mengakibatkan harga turun, laba berkurang, investasi turun, dan kemampuan akumulasi modal berkurang. Rendahnya konsumsi dan persediaan yang melimpah ini dikarenakan kurangnya permintaan efektif akibat investasi pemilik modal pada tenaga kerja produktif untuk meningkatkan persediaan modal sehingga upah akan naik. Namun, naiknya upah tenaga kerja ini tidak meningkatkan konsumsi karena para pekerja lebih suka bersenang-senang.
o  Langkah-Langkah Peningkatan Ekonomi
Langkah-langkah peningkatan ekonomi menurut Malthus terdiri dari dua cara, yakni pertumbuhan berimbang pada sektor pertanian dan industri dengan melibatkan kemajuan teknologi pada kedua sektor tersebut serta menaikkan permintaan efektif dengan pendistribusian kesejahteraan dan pemilikan tanah secara adil, memperluas perdagangan internal dan eksternal, dan mempertahankan konsumen tidak produktif.

b)  Kelemahan Teori
o  Stagnasi Sekuler Tidak Melekat Pada Akumulasi Modal
Menurut Malthus, konsumsi rendah secara permanen dapat terjadi pada semua komoditi padahal dalam kenyataannya, konsumsi rendah bukan suatu gejala tetap melainkan hanya sementara sehingga stagnasi sekuler tidak melekat pada proses akumulasi modal.
o  Pandangan Negatif Terhadap Akumulasi Modal
Malthus memandang bahwa akumulasi modal akan menimbulkan stagnasi sekuler, namun pada kenyataannya akumulasi modal tidak menyebabkan berkurangnya permintaan pada barang-barang ataupun turunnya laba. Hal ini dikarenakan apabila akumulasi modal meningkat, maka peranan upah dan laba dalam pendapatan keseluruhan akan meningkat, begitu juga dengan permintaan atas barang-barang konsumen.
o  Komoditi Tidak Ditukarkan Dengan Komoditi Secara Langsung
Malthus mengungkapkan bahwa komoditi tidak ditukarkan dengan komoditi, tetapi dengan tenaga kerja. Padahal, tenaga kerja bukan ukuran yang benar bagi komoditi dan dalam kenyataannya komoditi diukur dengan harga nyata, bukan dengan tenaga kerja.
o  Konsumen Tidak Produktif Memperlambat Kamajuan
Malthus dalam teorinya menyarankan untuk mempertahankan konsumen tidak produktif untuk mengatasi rendahnya konsumsi dan meningkatkan permintaan efektif, namun hal ini akan mendukung pengangguran sehingga akan menurunkan tingkat akumulasi modal dan memperlambat kemajuan.
o  Dasar Tabungan Berisi Satu
Teori Malthus sama dengan teori Smith dalam hal pandangan mereka bahwa hanya para kapitalis, tuan tanah, dan lintah darat yang bisa menabung padahal sumber utama tabungan di dalam masyarakat justru penerima pendapatan dan penerima non laba.

c)  Warisan Teori
o  Kemajuan Teknologi Dalam Pembangunan Ekonomi
Dalam teorinya, Malthus mengungkapkan bahwa peran kemajuan teknologi sangat penting dalam memaksimalkan produksi di sektor pertanian dan industri dan nyatanya, kemajuan teknologi memang sangat membantu dalam pembangunan ekonomi, tidak hanya dalam maksimasi produksi tetapi juga efektivitas dan efisiensi distribusi barang dimana produksi dan distribusi menurut Malthus merupakan dua unsur utama kesejahteraan.

F.Teori Historic Karl Marx
a)  Prinsip Teori
o  Penafsiran Sejarah Secara Materiaslistik
Penafsiran sejarah secara materialistik adalah memperlihatkan bahwa seluruh peristiwa sejarah merupakan hasil perjuangan ekonomi secara terus menerus diantara berbagai kelas dan kelompok masyarakat. Sebab utama perjuangan tersebut adalah pertentangan antara cara produksi dengan hubungan produksi. Menurut Marx, karena cara produksi tunduk pada perubahan, maka evolusi masyarakat akan terjadi apabila kekuatan produksi bertentangan dengan struktur kelas masyarakat yang menyebabkan terjadinya revolusi sosial yang akan meruntuhkan seluruh sistem sosial yang ada. Namun menurut Marx, tidak pernah ada tatanan masyarakat yang menghilang sebelum keseluruhan kekuatan produksi berkembang tuntas dan hubungan produksi yang baru atau lebih tinggi tidak akan pernah muncul sebelum kondisi material kehadirannya matang pada masyarakat yang lama.
o  Nilai Lebih
Dalam teorinya, Marx menggunakan teori nilai lebih sebagai basis ekonomi bagi perjuangan kelas di dalam kapitalisme dan atas dasar teori inilah Marx membangun suprastruktur analisa pembangunan ekonominya dimana menurutnya perjuangan kelas semata-mata merupakan hasil dari penumpukan nilai lebih di tangan kapitalis.
o  Akumulasi Modal
Menurut Marx, para kapitalis akan mencoba memaksimalkan nilai lebih guna memperbesar keuntungannya dengan 3 cara, yakni memperpanjang jam kerja untuk meningkatkan jam kerja tenaga lebih, mengurangi jumlah jam yang diperlukan untuk menghasilkan makanan buruh, dan meningkatkan produktivitas tenaga yang memerlukan perubahan teknologi. Keuntungan ditentukan oleh jumlah modal. Akumulasi dan konsentrasi modal memerlukan modal konstan (modal yang ditanamkan untuk menunjang produktivitas kerja secara langsung) dan modal variabel (modal yang diperuntukkan bagi pembelian tenaga kerja).
o  Krisis Kapitalis
Krisis kapitalis merupakan suatu kondisi dimana masing-masing kapitalis mencoba untuk menurunkan harga barang di pasar sehingga banyak perusahaan kecil yang bangkrut. Sebab utama segala krisis ekonomi menurut Marx adalah kemiskinan dan terbatasnya daya beli orang sehingga hasil produksi barang melimpah, jatuhnya harga, dan turunnya produksi secara tajam.

b)  Kelemahan Teori
o  Nilai Lebih Tidak Realistis
Keseluruhan analisis Marx berdasarkan pada teori nilai lebih, tetapi dalam kenyataannya kita tidak berhubungan dengan nilai melainkan dengan harga yang berwujud dan nyata.
o  Ramalan yang Keliru Tentang Evolusi Kapitalis, Sosialis, dan Menengah
Evolusi masyarakat sosialis tidak sesuai dengan yang diramalkan oleh Marx karena ternyata negara komunis masih tetap miskin dibanding negara kapitalis, kaum buruh ternyata cenderung menjadi lebih makmur di dalam perkembangan kapitalis, dan kelas menengah ternyata muncul sebagai kelas yang menonjol bukannya semakin menghilang.
o  Kemajuan Teknologi Bermanfaat Dalam Peningkatan Pekerjaan
Marx menerangkan bahwa dengan meningkatnya kemajuan teknologi, maka tenaga cadangan industri akan berkembang. Namun, hal ini terlalu berlebihan karena kemajuan teknologi dalam jangka panjang dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan permintaan, dan memperbesar pendapatan.
o  Kecenderungan Jatuhnya Keuntungan Tidak Benar
Marx berpendapat bahwa pada saat pembangunan berjalan, akan ada peningkatan komposisi organis modal yang mengakibatkan penurunan tingkat keuntungan. Namun, ternyata penemuan teknologi juga merupakan tabungan modal dan dengan menurunnya rasio modal output serta meningkatnya produktivitas dan total ouput, maka kenaikan dapat naik bersama-sama dengan upah buruh.
o  Tidak Memahami Fleksibilitas Kapitalisme
Hal ini dikarenakan Marx tidak melihat demokrasi politik sebagai pelestari dan pelindung kapitalisme yang membuatnya mampu beradaptasi dengan perubahan waktu.
o  Teori Siklus Salah
Marx menganggap siklus sebagai bagian integral kerangka kerja analitisnya. Namun, meskipun berusaha menerangkan suatu proses yang dinamis tentang akumulasi modal, pendapatan, dan keuntungan, Marx ternyata menganalisa permasalahan pertumbuhan dengan alat bantu untuk analisis ekonomi statis.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Teori Pembangunan Ekonomi, http://almasdi.unri.ac.id/bahan_ajar/Ekonomi_Pembangunan/Pertemuan_4_teori_pembangunan_ekonomi.pdf (Diakses tanggal 16 Oktober 2011).
Anonim, Teori Penumbuhan dan Pembangunan Ekonomi, http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ekonomi_pembangunan/bab_3_teori_pertumbuhan_dan_pembangunan_ekonomi.pdf (Diakses tanggal 16 Oktober 2011).
Arifin, Imamul, dkk, Membuka Cakrawala Ekonomi, http://books.google.co.id/books?id=YdFDu158aF4C&pg=PA15&lpg=PA15&dq=teori+pertumbuhan+solow-swan&source=bl&ots=Sxl2pb13sb&sig=0LFh_uvSui-3MwmLl5DPGfP-SjU&hl=id&ei=3I6aTrywK4PZrQe77IiFBA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&ved=0CEoQ6AEwCA#v=onepage&q=teori%20pertumbuhan%20solow-swan&f=false (Diakses tanggal 16 Oktober 2011).
Jhingan, M.L, 2010, Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Jakarta: Rajawali Press.
Laily, Nelly Nur, 2007, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi DIY Tahun 1990-2004, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Mujahidin, Muhamad, 2011, Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Slow-Swan (Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik), http://mujahidinimeis.wordpress.com/2011/01/18/teory-pertumbuhan-ekonomi-menurut-slow-swan-teori-pertumbuhan-ekonomi-neo-klasik/ (Diakses tanggal 16 Oktober 2011).
Prayoga, Nanang Gilang, 2008, Analisis Sektor Unggulan Dalam Struktur Perekonomian Jawa Tengah Tahun 2000 dan Tahun 2004 (Analisis Input Output), Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Syafrian, Dzulfian, dkk, 2011, Model Pertumbuhan Ekonomi Harrod-Domar dan Solow Sebuah Perbandingan dan Studi Empiris, http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/06/04/model-pertumbuhan-ekonomi-harrod-domar-dan-solow-sebuah-perbandingan-dan-studi-empiris/ (Diakses tanggal 16 Oktober 2011).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEORI PEMBANGUNAN (2)

A.  Teori Historis (W.W. Rostow)
Prinsip Teori
Teori historis Rostow menggunakan pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses perkembangan ekonomi yang mana membedakannya menjadi 5 tahap, sebagai berikut:
a)  Masyarakat Tradisional
Rostow mengartikan masyarakat tradisional sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika. Sumber utama pendapatan negara dan bangsawan pada tahap ini biasanya berasal dari pertanian.
b)  Pra-Syarat Tinggal Landas
Tahap ini merupakan masa transisi dimana prasyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Prasyarat tinggal landas didorong oleh 4 hal, yakni Renaissance, Kerajaan Baru, Dunia Baru, dan Reformasi.
c)  Tinggal Landas
Tahap ini merupakan titik yang menentukan dalam kehidupan masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normalnya. Rostow mendefinisikan tinggal landas sebagai revolusi industri yang bertalian secara langsung dengan perubahan radikal di dalam metode produksi yang dalam jangka waktu relatif singkat akan menimbulkan konsekuensi yang menentukan. Syarat untuk tinggal landas ini, antara lain:
                 1.     Kenaikan laju investasi produktif.
                 2.     Perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi yang mana perkembangan sektor-sektor utama tersebut tergantung pada kenaikan permintaan efektif terhadap produk sektor-sektor tersebut, ada pengenalan fungsi produksi baru dan perluasan kapasitas di dalam sektor-sektor tersebut, ada keuntungan investasi dan modal lebih dulu yang memadai, serta harus mendorong perluasan output di sektor lain melalui transformasi teknik.
                 3.     Hadirnya kerangka politik, sosial, dan organisasi secara cepat untuk menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan.
d)  Dewasa
Tahap ini merupakan tahap pertumbuhan swadaya jangka panjang yang merentang melebihi masa empat dasawarsa yakni ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan teknologi modern terhadap sumber daya mereka. Hal ini ditandai dengan:
                 1.     Berubahnya sifat tenaga kerja, yakni tenaga kerja menjadi tenaga kerja terdidik, preferensi tinggal di kota dibanding di desa, meningkatnya upah nyata, serta pengorganisasian tenaga kerja untuk mendapatkan jaminan ekonomi dan sosial yang lebih besar.
                 2.     Berubahnya watak pengusaha dimana para pekerja kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus dan sopan.
                 3.     Masyarakat bosan pada keajaiban industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan yang lebih jauh.
e)  Masa Konsumsi Massal
Tahap ini merupakan tahap dimana keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, produksi ke konsumsi, dan kesejahteraan dalam arti luas.

Kelemahan Teori
Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori Rostow ini, antara lain:
a)  Masyarakat Tradisional Tidak Perlu Bagi Perkembangan
Pertumbuhan suatu negara tidak harus melalui tahap ini karena ada beberapa negara/bangsa yang dilahirkan tanpa sebagai masyarakat tradisional.
b)  Pra-Kondisi Tidak Mendahului Tinggal Landas
Pra-kondisi tidaklah harus mendahului tahap tinggal landas karena tidak ada alasan revolusi pertanian atau pembentukan modal sosial overhead misalnya harus terjadi sebelum tinggal landas.
c)  Tumpang Tindih Tahapan
Tumpang tindih tahapan ini tampak dari perkembangan pertanian akan tetap berlangsung terus meski dalam tahap tinggal landas.
d)  Jadwal Tinggal Landas Meragukan
Tahun-tahun tinggal landas negara-negara berbeda-beda sehingga cenderung meragukan. Hal ini dikarenakan Rostow tidak melakukan penelitian yang lebih mendalam untuk menentukan kebenaran jadwal tinggal landas.
e)  Tidak Memperhitungkan Kegagalan
Analisa tinggal landas ini mengabaikan pengaruh warisan sejarah, proses pertumbuhan ekonomi modern suatu bangsa, kadar keterbelakangan, dan faktor-faktor relevan lainnya.
f)    Tahap Pendorong Menuju Kedewasaan Menyesatkan dan Membingungkan
Rostow tidak memberikan analisa dan pembuktian mendasar terkait penyebutan suatu tahap pertumbuhan sebagai swadaya atau tidak.
g)  Tidak Kronologisnya Tahap Konsumsi Massal
Era konsumsi massal didefinisikan sedemikian rupa sehingga negara tertentu telah memasuki tahap ini meskipun belum mencapai tahap dewasa.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori historis Rostow yang masih terus digunakan hingga kini, adalah:
o  Konsep Tinggal Landas
Teori historis Rostow ini umumnya menekankan pada proses perubahan dari suatu keadaan masyarakat yang mana berkaitan dengan perkembangan ekonomi. Salah satu negara yang menerapkan ini adalah Indonesia yang mana beberapa tahun lalu mendengung-dengungkan “Indonesia Menyongsong Era Tinggal Landas”.

B. Teori Modern (Joseph Schumpeter)
Prinsip Teori
Prinsip teori pembangunan yang dikemukakan oleh Schumpeter mencakup:
a)  Makna Pembangunan Ekonomi
Menurut Schumpeter, pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada saluran-saluran arus sirkuler yang mana hal ini tidak dipaksakan dari luar tetapi timbul atas inisiatif sendiri (inovasi) dan muncul dalam kehidupan perdagangan dan industri. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh laba dengan dibiayai oleh perluasan kredit bank dan pada akhirnya akan menimbulkan proses siklis.
b)  Inovasi dan Peranan Inovator
Inovator disini adalah peranan para pengusaha yang mana melakukan inovasi dengan didorong oleh faktor keinginan untuk mendirikan kerajaan bisnis swasta, keinginan untuk menguasai dan membuktikan superioritasnya, dan kesenangan membuat serta mendapatkan sesuatu. Inovasi ini terdiri dari pengenalan barang baru, pengenalan metode produksi baru, pembukaan pasar baru, penguasaan sumber penawaran baru baik bahan mentah maupun barang semi manufaktur, dan pembentukan organisasi baru pada setiap industri.
c)  Proses Berakhirnya Kapitalis
Schumpeter memberikan gambaran berakhirnya kapitalisme akibat adanya 3 tekanan, yakni kemerosotan fungsi kewiraswastaan, kehancuran keluarga borjuis, dan kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis akibat munculnya para pengusaha yang bersifat sebagai inovator.

Kelemahan Teori
Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori Schumpeter ini, antara lain:
o  Inovator Sebagai Pribadi yang Ideal
Saat ini tidak diperlukan inovator semata-mata karena berbagai bentuk inovasi merupakan bagian dari fungsi perusahaan modal bersama dan merupakan kebiasaan sehari-hari perusahaan industri.
o  Pembangunan Ekonomi Adalah Akibat Dari Proses Siklis
Pasang naik dan pasang surut seperti yang dikemukakan oleh Schumpeter tidak penting bagi pembangunan ekonomi karena pembangunan ekonomi tersebut berkaitan dengan perubahan yang berkesinambungan.
o  Perubahan Siklis Akibat Dari Inovasi
Kenyataannya, fluktuasi siklis bisa terjadi karena faktor-faktor psikologis, natural, dan finansial.
o  Inovasi Sebagai Sebab Utama Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada inovasi tetapi juga pada banyak perubahan ekonomi dan sosial lainnya.
o  Terlalu Menekankan Pentingnya Kredit Bank
Pentingnya kredit bank tidak akan berlaku untuk jangka panjang ketika kebutuhan dana modal semakin besar sehingga perlu usaha lain seperti penerbitan saham dan surat utang baru di pasar modal.
o  Proses Peralihan Dari Kapitalisme Ke Sosialisme Tidak Benar
Schumpeter tidak menganalisa bagaimana masyarakat kapitalis berubah menjadi sosialis, hanya sekedar menyatakan bahwa kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis akan berubah dengan adanya perubahan pada fungsi-fungsi pengusaha.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori Schumpeter yang masih terus digunakan hingga kini, adalah:
o  Inovasi Ekonomi
Schumpeter menekankan pentingnya inovasi dalam pembangunan ekonomi. Hal ini diterapkan hingga saat ini dimana inovasi memang dapat meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif suatu produk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEORI PEMBANGUNAN (1)

A.  Teori Klasik (Adam Smith)
Prinsip Teori
Prinsip teori pembangunan yang dikemukakan oleh Smith mencakup 5 hal utama, yakni:
a)  Hukum Alam
Smith menganggap setiap orang sebagai hakim yang paling mengetahui kepentingannya sendiri sehingga perlu dibiarkan bebas dalam mengejar kepentingannya itu demi mendapatkan keuntungannya sendiri.
b)  Kebijaksanaan Pasar
Smith menganggap bahwa pasar persaingan sempurna adalah invisible hand yang merupakan mekanisme menuju keseimbangan yang secara otomatis akan cenderung memaksimumkan kesejahteraan. Smith menganjurkan pasar bebas tanpa campur tangan pemerintah
c)  Pembagian Kerja
Pembagian kerja menurut teori Smith akan mampu meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja karena keterampilan pekerja dapat meningkat akibat adanya spesialisasi pekerjaan, waktu produksi barang menjadi lebih hemat, dan ditemukannya mesin yang dapat menghemat tenaga. Pembagian kerja ini sangat bergantung pada luasnya pasar.
d)  Pemupukan Modal dan Investasi
Menurut Smith, pembangunan ekonomi adalah kemampuan manusia untuk lebih banyak menabung dan menanam modal sehingga aspek penting dalam pembangunan ekonomi adalah pemupukan modal (tabungan) dan investasi dimana akhir proses pemupukan modal tersebut adalah keadaan stasioner. Selain itu, Smith meyakini bahwa keuntungan akan cenderung menurun dengan adanya kemajuan ekonomi. Hal ini dikarenakan:
                  1.    Meningkatnya laju pemupukan modal akan menyebabkan persaingan mendapatkan tenaga kerja yang langka sehingga cenderung menawarkan upah yang tinggi, maka hal ini menyebabkan keuntungan menjadi berkurang.
                  2.    Kemajuan ekonomi menyebabkan tingkat suku bunga menurun sehingga persediaan modal membengkak dan membuat para lintah darat harus meminjamkan uangnya dalam jumlah besar untuk mendapat bunga yang besar pula. Namun, apabila tingkat suku bunga terlalu rendah, maka para lintah darat tidak akan sanggup untuk meminjamkan uang lebih banyak lagi sehingga mereka akan cenderung memilih melakukan investasi.
e)  Proses Pertumbuhan
Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi dari 2 segi, yakni pertumbuhan output total (sumber daya alam/tanah, sumber daya manusia/jumlah penduduk, stok barang modal) dan pertumbuhan penduduk. Selain itu, Smith menganggap bahwa agen pertumbuhan dalam pembangunan ekonomi adalah para petani, produsen, dan pengusaha. Oleh karena itu, proses pertumbuhan ekonomi akan bersifat kumulatif dari pertumbuhan ketiga sektor tersebut yang mana dapat digambarkan sebagai berikut:
Kemajuan sektor pertanian, industri manufaktur, dan perniagaan à kemakmuran à menarik pemupukan modal, kemajuan teknik, peningkatan penduduk, perluasan pasar, pembagian kerja, dan kenaikan keuntungan secara terus menerus à kelangkaan sumber daya.

Kelemahan Teori
Kelemahan teori yang terdapat pada teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith, adalah sebagai berikut:
a)  Sistem Pembagian Masyarakat
Smith membagi masyarakat secara lugas antara kaum kapitalis (termasuk tuan tanah) dan kaum buruh. Padahal ada juga kelas menengah yang menduduki posisi penting dalam pembangunan ekonomi.
b)  Alasan Menabung
Menurut Smith, tabungan hanya dimiliki oleh kaum kapitalis, tuan tanah, dan para lintah darat padahal sumber utama tabungan adalah para penerima pendapatan.
c)  Asumsi Persaingan Sempurna
Teori Smith didasarkan pada asumsi tentang persaingan sempurna padahal kebijaksanaan pasar bebas dari pasar persaingan sempurna ini tidak ditemukan dalam perekonomian manapun karena pasti terdapat campur tangan pemerintah dalam usaha menjaga dan mempertahankan stabilitas ekonomi negara.
d)  Pengabaian Wiraswasta
Smith mengabaikan peranan pengusaha/wiraswasta/entrepreneur dalam pembangunan, padahal pengusaha/wiraswasta/entrepreneur merupakan titik sentral pembangunan dengan adanya inovasi-inovasi yang mereka hasilkan untuk pembentukan modal.
e)  Asumsi Keadaan Stasioner
Hasil akhir dari perekonomian kapitalis menurut Smith adalah keadaan stasioner dimana terjadi perubahan hanya di sekitar titik keseimbangan saja. Padahal, pembangunan dalam kenyataannya seringkali terjadi dengan tidak teratur dan tidak seragam.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori klasik Adam Smith yang masih terus digunakan hingga kini, antara lain:
o  Pembagian dan Spesialisasi Kerja
Sama seperti yang diungkapkan oleh Smith dalam teorinya bahwa pembagian kerja akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Hal ini dikarenakan dengan menganut sistem pembagian kerja, maka akan terjadi spesialisasi pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan sehingga akan meningkatkan produksi barang berkali-kali lipat dibandingkan jika dikerjakan tanpa pembagian kerja atau spesialisasi pekerjaan.
o  Perdagangan Bebas
Saat ini banyak negara di dunia yang melakukan perdagangan bebas secara internasional dalam rangka memperluas pasar untuk penjualan hasil-hasil produksi negaranya. Dengan perdagangan bebas ini, maka negara-negara di dunia akan mampu memenuhi kebutuhan negaranya dengan proses ekspor-impor. Namun, apabila suatu negara tidak memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dengan negara lain, maka negara tersebut hanya akan menjadi konsumer dari negara lain yang tentu juga akan menghambat kemajuan dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

B. Teori Neoklasik (Robert M. Solow)
Prinsip Teori
Prinsip teori pembangunan yang dikemukakan oleh Solow mencakup:
a)  Proses Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menurut Solow tergantung pada pertambahan penyediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. Oleh karena itu, Solow memusatkan perhatiannya pada interaksi kedua faktor tersebut. Asumsi yang digunakan oleh Solow dalam model pertumbuhan ekonominya, adalah:
                 1.     Ada satu komoditi gabungan yang diproduksi.
                 2.     Output adalah output netto (sudah dikurangi biaya penyusutan modal).
                 3.     Fungsi produksi bersifat homogen pada derajat pertama.
                 4.     Faktor produksi buruh dan modal dibayar sesuai dengan produktivitas fisik marginal.
                 5.     Harga dan upah fleksibel.
                 6.     Buruh terpekerjakan secara penuh.
                 7.     Stok modal yang ada juga terpekerjakan secara penuh.
                 8.     Buruh dan modal dapat disubstitusikan satu sama lain.
                 9.     Kemajuan teknik bersifat netral.
Dengan koefisien teknik yang bersifat variabel tersebut, maka rasio modal output (COR) bisa berubah sehingga perekonomian mempunyai kebebasan yang tidak terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan output tertentu. Selain itu, ada pula kecenderungan menabung dari masyarakat sehingga dari output nantinya akan disisakan sejumlah proporsi untuk ditabung dan kemudian diinvestasikan sehingga akan terjadi penambahan stok modal. Proses pertumbuhan ekonomi menurut teori Solow ini akan berakhir pada jalur keseimbangan (kondisi mantap) yang berangkat dari sembarang rasio modal-buruh.
b)  Mekanisme Pasar
Teori Solow melihat bahwa dalam banyak hal mekanisme pasar dapat menciptakan keseimbangan sehingga pemerintah tidak perlu terlalu banyak mencampuri atau mempengaruhi pasar. Campur tangan pemerintah hanya sebatas kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
c)  Keseimbangan Jangka Panjang
Keseimbangan jangka panjang menurut Solow akan tercapai apabila modal per kapita mencapai suatu tingkat yang stabil (tidak berubah nilainya). Adapun ciri-ciri keseimbangan tersebut, adalah:
                 1.     Modal yang digunakan dalam proses produksi per pekerja, output per pekerja, dan rasio modal output adalah konstan.
                 2.     Fungsi produksi, modal, dan tenaga kerja tumbuh dengan laju yang sama karena pertumbuhan penduduklah yang menentukan laju pertumbuhan ekonomi.
                 3.     Posisi keseimbangan bersifat stabil sehingga apabila perekonomian tersebut tidak pada posisi keseimbangan, maka akan ada kekuatan-kekuatan yang cenderung membawa kembali perekonomian tersebut pada posisi keseimbangan jangka panjang.
                 4.     Tingkat konsumsi dan tingkat tabungan (investasi).
                 5.     Imbalan yang diterima oleh suatu faktor produksi akan sama dengan marginal product-nya.
                 6.     Kemajuan teknologi tidak banyak mengubah syarat keseimbangan jangka panjang kecuali adanya koefisien laju kemajuan teknologi atau laju kenaikan produktivitas per tenaga kerja.
d)  Akumulasi Modal
Asumsi pertama teori Solow adalah dengan menganggap tidak ada perubahan pada angkatan kerja dan teknologi ketika terjadi proses akumulasi modal yang mana proses tersebut nantinya hanya akan ditentukan oleh penawaran (persediaan modal dan tenaga kerja) dan permintaan terhadap barang (konsumsi dan investasi).
e)  Investasi dan Depresiasi
Seiring dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi, persediaan modal akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh investasi dan depresiasi. Investasi berupa perluasan usaha dan penambahan modal, sedangkan depresiasi mengacu pada penggunaan modal sehingga persediaan modal akan berkurang. Apabila persediaan modal berada dalam kondisi mapan sepanjang waktu, maka akan berada pada kondisi steady state yang menunjukkan keseimbangan perekonomian jangka panjang.
f)    Tingkat Tabungan
Tingkat tabungan di dalam teori Solow merupakan determinan penting dari persediaan modal pada kondisi steady state sehingga apabila tingkat tabungan rendah, maka perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang sedikit dan tingkat output yang rendah pula. Namun, tingkat tabungan yang tinggi menyebabkan pertumbuhan yang tinggi hanya secara temporer.
g)  Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan populasi dalam teori Solow dapat dijelaskan sebagai berikut:
                 1.     Pertumbuhan populasi membantu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dimana dalam kondisi steady state dengan pertumbuhan populasi, modal dan output per pekerja adalah konstan.
                 2.     Kenaikan tingkat populasi akan mengurangi tingkat modal per pekerja pada kondisi steady state.
                 3.     Pertumbuhan populasi mempengaruhi kriteria penentuan tingkat modal yang memenuhi konsumsi maksimal.
Dalam kaitannya dengan akumulasi modal, pertumbuhan populasi secara bersama-sama dengan investasi dan depresiasi akan mempengaruhi akumulasi modal per pekerja dimana pertumbuhan populasi akan mengurangi akumulasi modal per pekerja lebih banyak dari depresiasi.

Kelemahan Teori
Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori neoklasik Solow ini, antara lain:
a)  Mengabaikan Keseimbangan Antara Laju Pertumbuhan Aktual dengan Laju Pertumbuhan Terjamin.
Solow dalam teorinya hanya membicarakan masalah keseimbangan antara laju pertumbuhan terjamin dengan laju pertumbuhan alamiah.
b)  Tidak Terdapat Fungsi Investasi
Dalam teorinya, Solow dan Swan tidak memasukkan fungsi investasi sehingga apabila fungsi ini dimasukkan maka akan muncul masalah ketidakstabilan.
c)  Kemajuan Teknis Akan Memperbesar Buruh
Teori Solow-Swan didasarkan pada asumsi tentang kemajuan teknis yang memperbesar buruh padahal justru sifat khusus kemajuan teknik yang mengenai fungsi produksi inilah yang tidak ada pembenaran empirisnya.
d)  Asumsi Fleksibilitas Harga
Fleksibilitas harga mungkin merupakan suatu faktor yang dapat mempersulit perjalanan menuju pertumbuhan mantap akibat terhalanginya kenaikan rasio modal output.
e)  Modal yang Homogen dan Dapat Diubah-Ubah
Teori Solow-Swan didasarkan pula pada modal yang homogen dan dapat diubah-ubah, padahal barang modal sangat heterogen dan merupakan masalah penjumlahan (agregat).
f)    Mengabaikan Kemajuan Teknologi
Solow-Swan menganggap kemajuan teknologi sebagai faktor eksogen dalam proses pertumbuhan, padahal kemajuan teknologi merupakan faktor penentu pertumbuhan.

Warisan Teori
Beberapa hal yang menjadi warisan dari teori neoklasik Solow yang masih terus digunakan hingga kini, antara lain:
o  Peran Kemajuan Teknologi dalam Pembangunan Ekonomi
Meskipun menganggap kemajuan teknologi sebagai faktor eksogen, tapi Solow dalam teori neoklasiknya tersebut meyakini bahwa bentuk kemajuan teknologi adalah pengoptimalan tenaga kerja karena kemajuan teknologi menyebabkan efisiensi tenaga kerja yang mana mencerminkan pengetahuan masyarakat tentang metode-metode produksi sehingga jumlah pekerja efektif meningkat. Hal ini digunakan hingga sekarang dimana ketika ada kemajuan teknologi dalam bidang komputerisasi, efisiensi tenaga kerja meningkat beberapa kali lipat. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS